Mengenal SAKO Sekolah Islam Terpadu Surabaya Dan Pesta Siaga

Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si. (Guru SDIT Al Uswah Surabaya/Ketua SAKO SIT Surabaya)

Sako atau Satuan Komunitas merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kesamaan profesi, aspirasi, dan agama. Sako Sekolah Islam Terpadu adalah satuan komunitas yang terdiri dari gugus depan berbasis Jaringan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Setidaknya lima gugus depan SIT dapat membentuk pinsako tingkat kota.

Alhamdulillah, Sako SIT Surabaya, resmi dilantik oleh Kwartir Cabang Kota Surabaya pada 19 Agustus 2023 lalu. Sebanyak tiga puluh pembina Pramuka yang menjadi pengurus Sako SIT Surabaya yang tersebar dari delapan gugus depan. Pimpinan Sako SIT Surabaya saat ini adalah Kak Nia dari SDIT Al Uswah Surabaya. Walaupun baru saja dilantik, Sako SIT Surabaya sudah beberapa kali bergerak bersama mengawal kegiatan kepramukaan siswa.

Tercatat, Latihan Gabungan Penggalang SIT Surabaya yang berlangsung pada Januari 2023 serta partisipasi aktif saat Kemah Ukhuwah Nasional V Februari 2023 lalu menjadi bukti nyata Sako ini berkiprah. Yang terbaru, Sabtu kemarin, 9 September 2023 Sako SIT Surabaya kembali melaksanakan giat pramuka bernama Pesta Siaga. Bertempat di Taman Hutan Raya Pakal Surabaya, sebanyak seratus empat siswa golongan Siaga dari empat SDIT mengikuti kegiatan Pesta Siaga.

Tepat pukul 8 pagi, kegiatan Pesta Siaga dibuka oleh perwakilan Kwartir Cabang Surabaya, Kak Nur Kholis. Pada kegiatan bertema Mandiri dan Gembira Berkawan ini, Kak Nur Kholis menitipkan pesan kemandirian kepada peserta yang rata-rata kelas 3 dan 4 ini.

Setelah pembukaan, 13 barung peserta Pesta Siaga mengikuti kegiatan Jelajah Pagi. Pada Jelajah Pagi, peserta harus menuntaskan tantangan yang ada pada empat pos (taman). Ada taman religi dimana barung harus menyusun puzzle surat juz 30. Ada taman wawasan kebangsaan dengan tugas berupa worksheet Pancasila. Ada taman ketangkasan yang mengadu strategi dan olah fisik. Terakhir ada taman kesenian yang menantang siswa bernyanyi lagu daerah. 

Siang hari, waktunya istirahat. Mereka menunaikan salat dhuhur berjamaah dan makan siang. Pada sesi ini, mereka bisa saling berkenalan dengan peserta dari sekolah lain. Setelah dhuhur, seratus empat siswa mengikuti kegiatan dharmawisata yang dipandu oleh Pak Cik dan Bucik dari Penegak SMAIT Al Uswah Surabaya. Sebanyak empat siswa penegak menjelaskan beraneka tanaman yang ada di hutan raya sambil berkeliling.

Selesai dharmawisata dan kuis tebak tanaman, siswa berkumpul kembali ke basecamp untuk pengumuman pemenang. Ada empat barung yang menjadi juara pada masing-masing taman saat jelajah pagi. Selain itu, ada pula Juara Umum Pesta Siaga yang diraih oleh SDIT Al Uswah Surabaya. Acara ditutup pada pukul 14.15 dengan bersalam-salaman dengan Bunda Yanda serta Pak Cik Bucik.

Sesuai dengan tema acara “Mandiri dan Gembira Berkawan, melalui kegiatan ini, siswa belajar menjadi lebih mandiri, berani, dan senang berukhuwah.  Mereka ada tugas untuk berkenalan dengan minimal 3 peserta dari sekolah lain. Pesan dari Pinsakocab Surabaya, siswa diminta melanjutkan perjuangan menjadi Pramuka Garuda melalui gugus depan masing-masing.

Alhamdulillah, acara yang dipikul oleh 24 panitia yang terdiri dari 13 Bunda Yanda pembina lima gugus depan dan 9 siswa penegak SMAIT Al Uswah Surabaya, berjalan dengan lancar. Cuaca yang panas tidak mengurangi antusiasme peserta dan panitia.Semoga gema Pesta Siaga selama sehari kemarin meninggalkan jejak kebaikan bagi setiap peserta. Aamiin. By the way, setelah Pesta Siaga, ada acara apa lagi?

Terpikir di kepala adalah Karang Pamitran, Temu Kenal Saka serta Kemah Daerah. Are you ready, scout?

Insprirasi Guru Lainya