Menjaga Mutu Pembelajaran Al Qur'an Dimulai Dari Gurunya

Oleh : Moch. Edris Effendi, S.T (Direktur Pendidikan Al Uswah)

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Uswah Surabaya sebagai salah satu sekolah Islam rujukan di Kota Surabaya, terus berusaha menjaga kualitas pendidikannya. Lembaga pendidikan yang memadukan antara kurikulum nasional dan kurikulum khas Sekolah Islam Terpadu. Hingga saat ini SIT Al Uswah Surabaya telah memiliki 4 unit sekolah, yaitu SDIT Al Uswah, SD Al Uswah 2, SMPIT Al Uswah, dan SMAIT Al Uswah. Al Uswah Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik kepada lebih dari 1.250 murid yang saat ini sedang belajar di sekolah ini.   

Alhamdulillah, memasuki usianya yang ke-20 tahun, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Al Uswah Surabaya tetap terjaga. Hal ini dapat dilihat dari besarnya anemo orang tua mendaftarkan putra/putrinya ke Al Uswah. Mulai dari jenjang SD hingga SMA. Sebagian besar orang tua mendaftarkan putra/putrinya ke Al Uswah karena melihat kualitas pendidikan Al-Qurannya yang bagus. Ada pula orang tua yang berharap dengan kualitas pendidikan karakter keislamannya. Daya saing akademis juga menjadi pertimbangan orang tua mempercayakan pendidikan buah hatinya di Al Uswah.

Kunci utama dalam menjaga mutu layanan pendidikan adalah pada kualitas para pendidiknya. Jika sekolah ingin memastikan kualitas pembelajaran Al-Qurannya terjaga dengan baik, maka harus ada upaya untuk meningkatkan kemampuan guru-gurunya. Prinsip itulah yang selama ini terus dijalankan oleh Al Uswah. Sebagai Sekolah Islam yang serius untuk mengawal pembelajaran Al-Quran, Al Uswah secara konsisten terus berusaha meningkatkan kompetensi guru-gurunya. Baik dalam hal kemampuan tahsin, tahfidz, hingga cara mengajarkannya kepada siswa. Berbagai upaya penjagaan mutu terus dilakukan, mulai dari kebijakan rekrutmen guru hingga program pembinaan rutin dilaksanakannya. Agar para guru mampu mengajarkan Al-Quran dengan baik kepada peserta didiknya.

Pada masa raker guru akhir Desember 2021 kemarin, Al Uswah menyelenggarakan upgrading guru-guru Al-Qurannya selama 3 hari. Mereka mendapatkan materi tentang Teknik Pengajaran Al-Quran dari para Trainer Ummi Foundation pada hari pertama. Pada hari kedua dan ketiga belajar kembali tentang pemahaman makhrih dan sifatul huruf, penguatan tajwid dalam membaca Al-Quran, serta cara mengajarkan hafalan Al-Quran yang benar kepada siswa. Alhamdulillah, guru-guru Al Uswah langsung mendapatkan pembinaan dari pakarnya, yaitu KH. A. Fathoni Dimyati, Lc, Al Hafidz. 

Dua pekan kemudian, semua guru-guru Al Uswah diwajibkan mengikuti sertifikasi hafalan Al-Quran yang langsung diuji oleh Ustadz Baidun Makenun, Lc, Al Hafidz. Program sertifikasi hafalan ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori 5-30 juz dan kategori 1-4 juz. Pada bulan Januari 2022 ini, ada 30 guru yang mengikuti ujian hafalan 5 sampai 30 juz. Sebagian guru yang lain mengikuti sertifikasi hafalan mulai 1 juz hingga 4 juz. Uji kompetensi hafalan Al-Quran untuk guru selama ini dilaksanakan secara rutin 2 kali dalam setahun. Program uji hafalan Al-Quran menjadi tantangan yang luar biasa bagi guru-guru. Karena mereka harus siap dites oleh ahlinya (sesuai jumlah juznya) dalam sekali duduk. Alhamdulillah, Al Uswah telah memiliki beberapa guru yang mampu menjaga hafalan 30 juz.

Demikian tadi di antara kunci keberhasilan Al Uswah Surabaya dalam menjaga kualitas layanan pendidikan Al-Quran. Selain dengan memberikan porsi waktu belajar yang cukup bagi siswa untuk belajar Al-Quran, juga harus ada keseriusan dalam memastikan kompetensi guru-gurunya. Bukan hanya siswanya yang harus belajar, para gurunya pun juga terus belajar meningkatkan kemampuannya. Banyak pakar dan praktisi pendidikan yang meyakini bahwa kunci dari keberhasilan pendidikan itu terletak pada kemampuan dan komitmen guru-gurunya

Artikel Lainya