Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Pancasila is The Final Answer

Oleh: Sulaikah Kurniawati, S.Si (Wakasis SDIT Al Uswah Surabaya)

Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Menarik. Karena sehari sebelumnya sebuah peristiwa pemberontakan telah terjadi Gestapu. G30S/PKI adalah nama peristiwa yang menyakitkan itu. Partai Komunis Indonesia, pernah ada di Indonesia. Dengan beragam golongan, baik yang komunis nasionalis maupun yang tergabung pada Comintern, comunist Internasional. PKI, dengan segala  daya upaya ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan paham Komunis. Mengambil alih kekuasaan dengan cara-cara yang keji.

Maka G30S PKI adalah titik puncak makar mereka. Mengambil alih satuan militer untuk menggulingkan pemerintahan sah. Dipimpin oleh DN Aidit, PKI menculik, menyiksa lalu membunuh sejumlah petinggi militer yang dianggap menghalangi tujuan mereka. Delapan nama jenderal  tersebut:

  1. Jenderal Ahmad Yani.
  2. Letjen Suprapto.
  3. Letjen S. .Parman
  4. Letjen M.T. Haryono.
  5. Mayjen D.I. Panjaitan.
  6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
  7. Brigjen Katamso.
  8. Kapten Pierre Tendean.

Lubang Buaya Jakarta, adalah lokasi yang mereka pilih untuk melancarkan aksinya.  Alhamdulillah, operasi militer TNI berhasil menumpas PKI sampai ke akar-akarnya. Bila dirunut ke belakang, ini bukan Aksi pemberontakan perdana mereka. Tercatat

  1. Kudeta 12 Februari 1946 di Cilacap oleh Muhamad Joesoep
  2. Kudeta 3 Juli 1946 oleh Komunis Nasional Tan Malaka di Yogyakarta.
  3. Kudeta PKI Madiun 19 September 1948 oleh Amir Sjarifuddin dan Moeso.

Bayangkan, PKI memberontak di tengah Bangsa Indonesia yang masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan Kerajaan Belanda dan tentara NICA. Beruntunglah, bangsa Indonesia memiliki pejuang-pejuang seperti Jenderal Sudirman, ulama serta santri yang selalu siap untuk berjuang. Bahkan ketika harus mengangkat senjata mempertaruhkan nyawa. Pada akhirnya, upaya mengganti dasar negara  Pancasila itu gagal total. Bahkan upaya-upaya untuk mengubah sila-sila Pancasila tidak berhasil.

Kita tahu, Pancasila adalah hasil rumusan dari para founding fathers Bangsa Indonesia. Para ulama dan kaum mukmin dari seluruh Indonesia, turut serta. Pun ketika harus mengangkat senjata, dengan semangat jihad fi Sabilillah, para ulama dan santri mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada satupun ulama yang mementingkan diri dan golongannya.

Berkaitan dengan Pancasila,  terdiri dari 5 sila yang saling berkaitan. Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama yang menjiwai keempat sila lainnya, maka bangsa Indonesia meletakkan pondasi tauhid dalam berbangsa dan bernegara. Sila pertama ini menjadi dasar perjuangan para pahlawan dan pejuang Indonesia  untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Tanpa sikap bertuhan yang baik, seseorang tidak akan bisa menjalankan sila-sila berikutnya. Kalaupun ada ,itu akan bias dan tidak kuat.

Orang yang percaya kepada Tuhan pasti berperikemanusiaan. Orang yang percaya kepada Tuhan pasti mempertahankan persatuan Indonesia, pasti melakukan keadilan sosial, karena dia beriman kepada Tuhan. Sebab, persatuan itu adalah janji kita sebagai bangsa yang sadar. Oleh karena itu, Pancasila menjadi landasan kokoh yang mengukuhkan identitas kolektif bangsa Indonesia. Pancasila juga sebagai Cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan penuangan jiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dalam Pembukaan UUD NRI 1945, terdapat cita-cita luhur dan tujuan berdirinya bangsa Indonesia. Selain itu, termuat secara tegas juga Pancasila yang menjiwai cita-cita dan tujuan tersebut.

Mempertahankan Pancasila adalah tugas kita. Mengganti Pancasila sama halnya dengan merobohkan Bangsa Indonesia. Tidak ada lagi ideologi yang sesuai dengan Bangsa Indonesia selain Pancasila. Pancasila is The Final Answer. Maka tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah mempertahankan NKRI dengan Pancasila. Maka tugas kita sebagai anak-anak Al Uswah, ber-Islam lah  dengan benar dan kuatkan keimanan. Menjadi mukmin yang taat kepada Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah dan mencintai Indonesia.

Insprirasi Guru Lainya