Urip Mung Mampir Ngombe

Oleh : Sulaikah Kurniawati, S.Si.
Tanggal : 21 September 2021

Urip mung mampir ngombe.

Pernah mendengar peribahasa Jawa seperti itu beberapa tahun silam.

Apa artinya? Hidup itu hanya singgah untuk minum.

Hm… singgah ya. Iya singgah. Makna singgah di KBBI adalah: berhenti sebentar di suatu tempat ketika dalam perjalanan; mampir. Singgah itu tidak menetap. Hanya sementara.

Ngombe artinya minum, adalah metafora dari kebutuhan dan kesenangan manusia.

Seperti kita pahami bersama, perjalanan hidup manusia berawal dari alam ruh dimana manusia masih berwujud ruh tanpa jasad. Kemudian alam rahim yang berlangsung selama kurang lebih 9 bulan. Setelah lahir, manusia berada di alam dunia seperti yang kita tempati sekarang sampai diwafatkan Allah SWT. Selanjutnya adalah alam kubur dimana manusia menunggu ditemani amal perbuatannya di dunia hingga Hari Kebangkitan. Dan terakhir adalah alam akhirat yang kekal. Alam dunia masih separuh perjalanan dari kehidupan manusia yang sebenarnya. Kita sedang menuju kampung akhirat.

Balik lagi ke istilah mampir ngombe. Sebagai orang yang hanya singgah untuk minum, maka ambillah secukupnya saja keperluanmu. Tidak terlena dengan kilauan dan godaan di tempat singgah sehingga kita merasa akan selamanya di tempat singgah tersebut.

Apa saja kilauan dan godaan di dunia? Banyak. Harta, tahta, kuota eh wanita ding. He-he-he.  Di tempat singgah ini, kita akan bertemu dengan per-benda-an seperti baju, mobil, rumah, perhiasan dan sebagainya. Kita manfaatkan saja per-benda-an tersebut secukupnya sesuai kebutuhan di dunia. 

Pun juga dengan bertemu seseorang atau sese-kawan yang kita cintai di dunia.

Cintai secukupnya, tidak berlebihan, dan jadikan orang-orang yang kita temui sebagai pemberat amal sholih kita. Jangan berlebihan dengan hal-hal di atas serta tidak menjadikannya sebagai tujuan hidup sehingga kita lupa perjalanan kita yang sesungguhnya. Ingat, kita tidak selamanya di tempat singgah ini karena ada tempat yang akan dituju.

Jadi, bisa diartikan bahwa hidup di dunia ini adalah persinggahan sementara dari perjalanan kita yang sesungguhnya menuju alam abadi atau akhirat.

Dalem banget peribahasa tersebut. Tidak mudah melaksanakannya. Tapi bukan hal yang tidak mungkin. Setidaknya ayat ini akan menjadi penguat kita ketika mampir sejenak di dunia ini :“Katakanlah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu nilainya kecil. Nilai akhirat jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (An Nisa: 77).

Insprirasi Guru Lainya